apa saja keutamaan memberi

BahkanAllah SWT memerintahkan Rasullulah untuk memberi tahu ke umatnya keutamaan beribadah di hari Jumat. Yakni mencari kebahagiaan dunia dan akherat. Umat muslim meyakini bahwa hari Jumat adalah hari yang
Telahmenceritakan kepada kami [Yusuf bin Hammad Al Ma'niy Al Bashari], telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abdurrahman Al Jumahi] dari [Muhammad bin Ziyad] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tebarkanlah salam, berilah makanan dan tebaslah leher-leher orang kafir (berjihad), niscaya kalian akan mewarisi Al
Apa saja keutamaan sedekah sumur dan memberi minum air? Ini adalah judul dalam Sunan Abi Daud “Keutamaan Memberi Minum Air”. Ada hadits yang dibawakan berikut ini. Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu bertanya, أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْجَبُ إِلَيْكَ قَالَ الْمَاءُ ». “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu alaihi wa sallam, “Sedekah air.” HR. Abu Daud, no. 1679 dan An-Nasai, no. 3694; 3695; Ibnu Majah, no. 3684. Hadits ini tidak bersambung, Sa’id bin Al-Musayyib tidak bercumpa dengan Sa’ad bin Ubadah. Hadits ini punya syawahid atau penguat tetapi dhaif. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani berpendapat bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain sebagaimana disebutkan dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 962. Dalam riwayat An-Nasai disebutkan sebagai berikut, Dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin Ubadah, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya. Keutamaan sedekah sumur Dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu anhu, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْمَاءُ ». قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لأُمِّ سَعْدٍ “Wahai Rasulullah, bahwasanya Ummu Sa’ad ibundaku meninggal dunia. Sedekah apakah yang afdal untuknya?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sedekah air.” Lantas Sa’ad pun menggali sumur untuk ibunya, lalu ia mengatakan, “Ini sumur untuk Ummu Sa’ad ibundaku.” HR. Abu Daud, no. 1681. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Sedekah air mendapatkan rahiqul makhtum Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda, أَيُّمَا مُسْلِمٍ كَسَا مُسْلِمًا ثَوْبًا عَلَى عُرْىٍ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ خُضْرِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَطْعَمَ مُسْلِمًا عَلَى جُوعٍ أَطْعَمَهُ اللَّهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا عَلَى ظَمَإٍ سَقَاهُ اللَّهُ مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ “Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum khamr yang dilak.” HR. Abu Daud, no. 1682; Tirmidzi, no. 2449. Al-Hafizh Abu Thahir menyatakan bahwa sanad hadits ini dha’if dikarenakan dalam sanadnya terdapat perawi yang dikenal mudallis yaitu Abu Khalid Ad-Daalani. Hadits ini punya penguat yang juga dhaif sekali dalam riwayat Tirmidzi. Kenapa sampai air menjadi sedekah yang afdal? Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi, penulis kitab Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud mengatakan, “Air dikatakan sebagai sedekah yang lebih utama karena kemanfaatannya sangat luas untuk urusan agama dan duniawi. Lihat Aun Al-Ma’bud, 376. Semoga bermanfaat dan sedekah sumur serta air dapat menjadi amal jariyah untuk kita semua. Baca Juga Keutamaan Sedekah Saat Wabah Corona Melanda Kisah Wanita Pezina yang Memberi Minum pada Anjing Referensi Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi. Penerbit Darul Fayha’. — Darush Sholihin, 24 Jumadal Ula 1442 H, 8 Januari 2021 Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
Artinya "Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah.
Hasil pencarian tentang KEUTAMAAN+MEMBERI Apakah pantas aku mencarikan kalian sembahan selain Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberi kalian...keutamaan dan nikmat yang tidak diberikan kepada orang-orang semasa kalian? agung karena Dia telah menurunkan Alquran kepadamu dan Dia memberimu kedudukan yang terpuji serta keutamaan-keutamaan Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus...sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan lain sebagai penghibur penolakan itu, seraya berfirman, "Wahai Mûsâ, sesungguhnya Aku telah memberikan keutamaan...Maka terimalah keutamaan yang Kuberikan kepadamu ini, bersyukurlah kepada-Ku sebagaimana yang dilakukan dan bertobatlah kalian kembalilah kalian kepada-Nya dengan menjalankan ketaatan niscaya Dia akan memberi...yang baik dan rezeki yang banyak sampai pada waktu yang telah ditentukan yaitu mati dan Dia akan memberi... kelak di akhirat kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan di dalam beramal keutamaannya Allah telah memberikan keutamaan kepada kalian, wahai para hamba. Tuhan pun kemudian menganugerahkan kepadaku kearifan dan pengetahuan, keutamaan dan kenikmatan, serta Berjuang, yang disertai sikap hati-hati, mempunyai keutamaan yang sangat besar....Meskipun orang-orang yang berjihad mempunyai keutamaan dan derajat khusus, namun Allah tetap menjanjikan Aku menganggap kalian adalah orang-orang bodoh yang tidak dapat mengukur keutamaan makhluk Allah; apakah...ukuran keutamaan seseorang itu dilihat dari kedudukan dan hartanya sebagaimana yang kalian kira, atau sesungguhnya Ibrâhîm yang menjadi kebanggaan kalian dan kebanggaan orang-orang Yahudi adalah sosok yang penuh keutamaan Wahai istri-istri Rasul, sesungguhnya keutamaan dan kedudukan kalian itu tidak seperti wanita pada umumnya mengapa tidak dari umat-umat dari bangsa-bangsa terdahulu sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan... orang-orang yang teguh dalam beragama dan memiliki keutamaan yang melarang daripada mengerjakan kerusakan Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang Di akhiratlah terdapat kemuliaan dan keutamaan yang hakiki. serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi? Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. kepadamu secara langsung sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu berupa keutamaan atau dapatkah mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?" disebutkannya para sahabat secara khusus pada ayat sebelumnya merupakan dalil yang cukup untuk membuktikan keutamaan...Keutamaan mereka jauh lebih besar daripada orang-orang yang datang kemudian sesudah mereka di antara Tidak ada keistimewaan dan keutamaan pada dirimu sehingga kamu pantas mengajak kami untuk mempercayai Mereka menjawab "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat, jumlahnya lebih banyak dan juga para malaikat mereka disebutkan secara khusus di sini karena mengingat keutamaan Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan Atau dapatkah mereka memberi manfaat ke pada kalian jika kalian menyembahnya atau memberi mudarat? Ibrahim berkata Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat...sedikitpun dan tidak pula memberi mudharat kepada kamu?" Tidak ada nilai keutamaan yang melebihkan antara satu arah atas arah yang lain....Dengan kehendak-Nya, Dia memberi petunjuk kepada suatu umat menuju jalan yang lurus. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya...sendiripun berhala-berha]a itu tidak dapat memberi pertolongan. Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat kepadanya sebagian yang lain dengan memberikan keistimewaan-keistimewaan tersendiri kepada masing-masing dengan keutamaan Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,
\n\n \n \n apa saja keutamaan memberi
Setelahsebelumnya kita sudah membahas keutamaan mempelajari Al-Quran, ayo coba sekarang kita perluas dengan apa saja sih keutamaan dengan membaca Al-Quran beserta dalil dalilnya. yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)
Sebagai umat muslim alangkah baiknya dapat menjadi seseorang yang bermanfaat dengan memudahkan urusan orang lain, saling membantu, memberi, dan mengasihi. Memberi untuk kebaikan merupakan sifat terpuji dan akan mendatangkan keberkahan bagi mereka yang mengasihi. Mari kita telusuri 5 lima keutamaan memberi yang akan mendatangkan pancaran kebaikan untuk jejak kita sebagai berikut, 1. Keutamaan Memberi dengan Nafkah2. Keutamaan Memberi dengan Makan3. Keutamaan Memberi dengan Nasihat4. Keutamaan Memberi dengan Salam5. Keutamaan Memberi dengan Hadiah 1. Keutamaan Memberi dengan Nafkah Dalam kehidupan berkeluarga terdapat keutamaan dalam memberi nafkah terutama suami sebagai seorang kepala keluarga yang tidak hanya sekedar menjadi pemimpin, tetapi juga sebagai tulang belakang sebuah keluarga. Baca Juga Orang-orang yang Berhak Menerima Sedekah Dari Sa’ad bin Abu Waqqash Radhiyallahu anhu, bahwa ia memberitahukan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ Artinya “Sesungguhnya tidaklah engkau menafkahkan sesuatu dengan niat untuk mencari wajah Allah ridho-Nya, melainkan engkau diberi pahala karenanya, sampai pun apa yg engkau berikan ke mulut isterimu juga akan diberi pahala oleh Allah, pent.” Hadits SHOHIH. Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari no. 1295 & Muslim no. 1628, dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallaahu anhu Allah SWT Ta’ala berfirman وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا Artinya “Dan kewajiban ayah menanggung nafkah & pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya.” QS. Al-Baqarah 233 Maka dengan memberikan nafkah kepada keluarga merupakan ibadah yg berpahala jika dilandasi dengan niat yg baik dan ikhlas karena mengharap ridho Allah. Niat yg baik dan ikhlas karena Allah semata dapat merubah segala aktifitas dan rutinitas. Kegiatan yang bersifat wajib mencari nafkah, ataupun yang berfisat mubah seperti makan, minum, berpakaian, tidur, dll menjadi ibadah yg berpahala 2. Keutamaan Memberi dengan Makan Tanpa kita sadari ternyata masih banyak saudara kita yang masih susah untuk mendapatkan sesuap nasi. Sebagai umat muslim mari kita ulurkan bantuan dengan mengenyangkan perut mereka agar dapat bertahan untuk kehidupannya. Terdapat keutamaan memberi makan untuk yang membutuhkan diantaranya sebagai berikut Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yg memberi makan”. HR. Ibnu Sa’ad, Al-Hakim, Ath-Thobroni Nabi Muhammad SAW bersabda, pada Hadits Riwayat Tirmidzi “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yg mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi menjawab, “Untuk orang yg berkata benar, yg memberi makan, dan yg senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” HR. Tirmidzi 1984” Nabi Muhammad SAW bersabda, pada Hadits Triwayat Thabrani “Barangsiapa yg memberi makan kpd seorang mukmin, sehingga dapat mengenyangkannya dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yg tidak dimasuki oleh orang lain kecuali oleh orang-orang sepertinya.” HR. Thabrani Begitu banyak keberkahan dan manfaat jika kita sebagaai umat muslim dapat mengubah kelaparan mereka menjadi kenyang. Allah sangat menyayangi hamba-Nya yang memberikan makan kepada seorang mukmin. Mari kita sisihkan rezeki kita untuk dapat membantu mereka dalam berjuang mencari sesuap nasi. 3. Keutamaan Memberi dengan Nasihat Manusia tak luput dari melakukan kesalahan, sehingga membutuhkan nasihat untuk mengarahkannya ke jalan yang benar dan Allah ridhoi. Nabi Muhammad SAW, telah menyamakan seluruh agama agar memberi nasihat. Nasihat adalah kata dalam bahasa Arab yang biasanya diterjemahkan berarti ketulusan/nasihat yang tulus, tetapi sebenarnya mewujudkan semua jenis kebajikan. Sebagai orang percaya, pernyataan Nabi harus dibawa ke hati. Dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim “Agama itu adalah nasihat.” Orang-orang bertanya, “Kepada siapa?” Nabi Muhammad SAW, menjawab, “Kepada Allah dan Kitab-Nya dan kepada Rasul-Nya dan kepada para pemimpin Muslim dan rakyat biasa.” [Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim]. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an {وَالْعَصْرِ 1 إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ 2 إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 3} [العصر 1-3] Artinya “Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” Al Ashr 1-3. An-Nawawi rahimahullah berkata فَمَعْنَاهُ طَلَبَ مِنْك النَّصِيحَة ، فَعَلَيْك أَنْ تَنْصَحهُ ، وَلَا تُدَاهِنهُ ، وَلَا تَغُشّهُ ، وَلَا تُمْسِك عَنْ بَيَان النَّصِيحَة “Maknanya -apabila- dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya, dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat –kepadanya-.” Syarh Muslim [7/295] asy-Syamilah Mengingatkan akan kebaikan berarti mengajak saudara kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terkadang nasihat merupakan senjata atau obat bagi diri kita, namun akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan bagi yang dapat mengilhaminya. Nasihat merupakan pilar ajaran islam, alangkah baiknya jadilah umat muslim yang senantiasa mewarnai relung saudaranya dengan berjuta kebaikan. 4. Keutamaan Memberi dengan Salam Memberikan salam adalah salah satu adab istimewa dalam kehidupan masyarakat muslim dan merupakan perbuatan terpuji. Mengucapkan salam terutama saat bertemu, berpapasan/bertamu bukan hanya menjadi sebuah tradisi semata namun juga bisa menjadikan pribadi lebih baik. Nabi Muhammad SAW memberikan perhatian yang besar kepada amalan salam. Beliau juga selalu senantiasa memberikan motivasi dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-sehari. Dikutip dari Hadits Riwayat Bukhari “Apabila Rasulullah mendatangi suatu kaum, maka beliau mengucapkan salam kepada mereka sebanyak tiga kali” HR-Bukhari Dikutip dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim “Islam yang baik adalah memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal” HR-Bukhari-Muslim Nabi Muhammad SAW telah mengatur kaidah dalam menebarkan salam dalam banyak haditsnya. Dikarenakan hal tersebut, maka beberapa ahli hadits meletakannya dalam satu bab khusus yaitu Bab Salam. Allah SWT juga telah mengatur tentang adab salam terutama saat akan bertamu di kediaman seseorang. Dalam surat An-Nur Ayat 27, Allah SWT berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ Artinya “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” QS. An-Nur 27 Banyak keberkahan yang akan terpancar dalam kehidupan umat muslim jika senantiasa memberikan salam. Keutamaannya yaitu salam merupakan salah satu jalan mendapatkan pahala yang berlimpah. Salam mampu menyebarkan rasa cinta dan kasih sayang antar sesama umat muslim. Salam juga merupakan cara mencapai kesempurnaan iman. 5. Keutamaan Memberi dengan Hadiah Jika ada seseorang yang memberikan hadiah kepada saudaranya, pasti hati yang menerimanya akan merasa senang dan bahagia. Dengan menyenangkan hati sesama muslim, maka Allah akan memberikan keberkahan untuk yang memberikannya. Saling memberikan hadiah yang dianjurkan oleh Islam akan menumbuhkan rasa kasih sayang di antara manusia dan menyatukan hati mereka. Maka akan menciptakan satu kebiasaan yang mulia, yaitu saling tolong menolong. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran “Tolong-menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan taqwa. Dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran.” QS Al Maidah 2 Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau mengatakan كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يَقْبَلُ الهديَّةَ ويُثِيبُ عليها Artinya “Rasulullah shallallhu alaihi wasallam biasa menerima hadiah dan membalasnya.” HR Al Bukhari 2585 Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallhu alaihi wasallam bersabda تَهادُوا تَحابُّوا Artinya “Saling memberi hadiahlah kalian; niscaya kalian akan saling mencintai.” -HASAN- Shahih Al Adab Al Mufrad, 462 HR. Al Bukhari Al Adab, 594 dan Abu Ya’la 6148 Marilah menjadi umat muslim uang memiliki kecintaan dalam pertalian Islam dengan saling memberi hadiah untuk kebaikan. Kecintaan yang akan melahirkan munculnya semangat gotong-royong dalam kebaikan serta hilangnya benih-benih kebencian di antara umat Islam. Baca Juga Makna Hijrah sebagai Seorang Muslim Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Mari ulurkan tangan kita dan sisihkan sebagian rezeki untuk yang lebih membutuhkan. Bukan hanya materi, namun dengan memberi berupa mengingatkan akan kebaikan dan menasihati sesama muslim haruslah dapat teimplementasi. Tebarlah kebaikan sekecil apapun, kelak Allah akan menyelimutimu dengan kejutan yang tak terduga-duga . Glenzi Fizulmi
Adaberbagai hal kebaikan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan ramadhan, salah satunya adalah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa. Ada banyak keutamaan dari memberi makan kepada orang orang yang menunaikan ibadah puasa, dan berikut beberapa diantaranya. 1.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID dNr2AppCjuig9gNliUFmYT6j6pLxJv3QL5Sqr7iFSoc_StKCZlbgOQ==
Melihatada banyaknya cara untuk berbuat baik dengan sedekah ini. Rasanya, tidak ada lagi alasan untuk berkata tidak melakukannya. Apalagi, jika mengetahui banyaknya manfaat dan keutamaan dari bersedekah. Bagiyang belum mengetahui, sekiranya ada 5 keutamaan bersedekah sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits.
You are here HomearrowBlogarrowArtikel RenunganarrowKeutamaan Memberi Published Saturday, 07 November 2015 2212 Bacaan I, 1Raj 1710-6; Bacaan II, Ibr 924-28; Injil Mrk 1238-44 KEUTAMAAN MEMBERI Bacaan-bacaan hari Minggu Biasa ke-32 ini mengangkat tema “KEUTAMAAN MEMBERI”. Bacaan injil dan bacaan I mengangkat figur “Janda”. Mengapa janda ? Krn Janda adalah representasi kaum yg tdk berdaya, lemah bahkan miskin. Dan Allah selalu memihak kaum yg miskin dan tdk berdaya. Krn itu juga gereja purba mengangkat orang-orang khusus menjadi diakon, seperti Stefanus, utk melayani para janda Kisras 61-7. Injil memberi gambaran yg kontras antara perilaku para Ahli Taurat dan janda. Para AhliTaurat, yg menguasai isi dan ajaran Kitab Suci, sehrsnya menjadi panutan dan contoh. Ternyata sikap mereka bertentangan dgn apa yg mereka ketahui. Ada “gap” antara pengetahuan dan perilaku. Di lain pihak Yesus memuji sikap janda miskin yg “memberi dari kekurangannya” Mrk 1244. Tindakan “memberi” biasanya terjadi kalau orang memiliki lebih. Dlm peribahasa Latin dikatakan “Nemo dat, quod non habet” atau “Orang tdk bisa memberi kalau tdk memiliki”. Namun sikap janda di dlm injil justru sebaliknya. Dia memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkahnya. Dia ingin membuktikan bhw tindakan “memberi” tdk selalu dilakukan kalau seseorg memiliki kelebihan. Di sini perbuatan "memberi" bisa berarti “berbagi” ! Berbagi artinya membiarkan orang lain turut menikmati atau merasakan apa yg kita miliki. Dlm bacaan pertama diceriterakan juga ttg seorg janda di Sarfat yg hanya memiliki segenggam tepung utk satu kali makan buat dia dan anaknya 1 Raj 1710-16. Ketika Nabi Elia meminta roti, si janda itu membuatnya. Dan atas kemurahan hati si janda, tepung dan minyak yg dia miliki tdk pernah habis. Itulah kebaikan Tuhan. Hanya sedikit yg kita beri, namun pahala yg diterima bisa "banyak kali lipat". The more you give, the more you get ! Dua bacaan tadi menunjukkan bhw perbuatan “memberi” tdk hrs dilakukan oleh org yg "berpunya" atau memiliki kelebihan. Krn seorg janda sekalipun, yg merupakan representasi kaum miskin dan lemah bisa melakukannya. Kedua, perbuatan memberi hrs dilakukan dgn tulus dan ikhlas. Janda-janda di atas jelas tdk mengharapkan apa-apa ketika memberi derma atau menolong Nabi Elia. Mereka memberi tanpa pamrih. Ketiga, perbuatan memberi bisa menimbulkan resiko. Janda di Sarfat memberikan roti yg sehrsnya menjadi makanan keluarganya, krn setelah itu mereka mati krn tdk ada makanan lagi 1 Raj 1712. Dia mempertaruhkan rejekinya, hidupnya utk orang lain. Perbuatan “memberi” memang menuntut pengorbanan. Bacaan kedua memberi contoh konkrit dgn kehidupan Kristus sendiri. Kristus tdk memberikan “duit” atau “roti”, melainkan DiriNya sendiri. “Kristus mengurbankan DiriNya utk menanggung dosa banyak orang” Ibr 928. Inilah level pemberian yg tertinggi, yaitu diri sendiri ! Maka apa yg dpt kita pelajari dari bacaan hari ini ? 1 Perbuatan “memberi” tidak selalu krn kita memiliki kelebihan. Di sini "memberi artinya berbagi". 2 Memberi hrs dilakukan dgn ikhlas. Bukan “do ut des” – saya beri, spy engkau memberi kpd saya. 3 Memberi tdk selalu dlm bentuk materi. Sikap empati, senyum, sumbangan pikiran, tenaga, nasehat yg konstruktif dpt menjadi bentuk pemberian yg sangat berharga. Dgn demikian, perbuatan “memberi” itu sehrsnya dpt dilakukan oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Semoga ! I n f o Terkini Pendaftaran Katekumen Baptis Anak & Dewasa Paskah 2024 Perayaan Ekaristi Tahun Baru 2023 Susunan DPH Paroki Serpong Susunan DPH Paroki SerpongPeriode 2022-2025Berdasarkan SK KAJ. 235/ NO Posisi Nama 1 Ketua Umum/ Pastor Kepala Pastor Rafael Maria Haryo Adipramono, OSC 2 Ketua I / Pastor - Rekan Pastor Yohanes Haris Andjaja, OSC 3 Ketua II/ Pastor -... Susunan Ketua Seksi & Ketua Tim ASAK Susunan Ketua Seksi & Ketua Tim ASAKParoki SerpongPeriode 2022-2025SK No. 007 / / VII / 2022 NO Seksi - Seksi Nama Ketua 1 Seksi Liturgi Caecilia Novianti Tanadi 2 Seksi Katekese Maria Venentia Mayela, 3 Seksi Kerasulan Kitab... Bumi Serpong Damai, Sektor Jalan Alamanda Blok V Rawa Buntu, Tangerang, Rw. Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15318 Telepon 021 53152546, wa only Email Sekretariat Paroki This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. Email Web Admin This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. SPKSM Call Center Info KAJ
KEUTAMAANINFAQ. 1. Memperoleh Pahala yang Besar. “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebahagian dari hartamu yang Allah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (sebahagian) dari hartanya memperolehi pahala yang besar”. (QS. Al-Hadid: 7). 2.
HADITSNABAWI KUMPULAN HADITS-HADITS NABI , ATSAR SAHABAT, NASEHAT-NASEHAT PARA ULAMA' , HUKAMA' , DAN KUBARA'. Senin, 31 Desember 2012 HADITS TENTANG KEUTAMAAN ORANG YANG MEMBERI عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اْليَدُّ اْلعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اْليَدِّ السُّفْلى . فَالْيَدُّ اْلعُلْيَا هِيَ اْلمُنْفِقَةُ وَ اْليَدُّ السُّفْلى هِيَ السَّائِلَةُ متفق عليه Dari ibnu Umar Ra. sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda “ Tangan di atas itu lebih baik dari pada tangan di bawah. Tangan yang di atas itu ialah yang member dan tangan yang di bawah itu ialah yang meminta.” Mutafaq Alaih. Diposting oleh Kang Anam di 26 komentar BalasanMbk di paket itu ada namanya paket alqur an hadis kelas 6 HapusTERIMA KASIH, HADIS INI SANGAT MEMBANTU, KARENA DI BUKU PAKET TIDAK ADABalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh ,bukan nya artinya tangan di atas lebih baik dari pada tanggan di bawah, yang memberi lebih baik dari tangan peminta . gitu donk....BalasHapusBalasaniya anda betul...itu adalah maksudnyaHapusDi buku paket saya artinya seperti ituHapustolong dong beritahu isi kandungannya saya sangat penting untuk tugas kuliahBalasHapusBalasanIni isi kandungan yang benar kandungannya ini dari hadist di atas dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang mau memberi lebih baik daripada orang yang meminta-minta karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan yang mengakibatkan seseorang menjadi tercela dan meminta minta boleh dilakukan apa bila seseorang dalam keadaan tidak mempunyai apa apa pada saat itu nah kalian semua ini isi kandungan yang lengkap dari hadist tentang keutamaan memberi secara singkat teman teman ini jawaban yang benar KLIK AND SUSCRIBESAMA SAMA SEMUANNYAHapusKomentar ini telah dihapus oleh isi kandungan yang benar kandungannya ini dari hadist di atas dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang mau memberi lebih baik daripada orang yang meminta-minta karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan yang mengakibatkan seseorang menjadi tercela dan meminta minta boleh dilakukan apa bila seseorang dalam keadaan tidak mempunyai apa apa pada saat itu nah kalian semua ini isi kandungan yang lengkap dari hadist tentang keutamaan memberi secara singkat teman teman ini jawaban yang benar KLIK AND SUSCRIBESAMA SAMA SEMUANNYABalasHapusHadis ini sangat membantu saya saat latihan soal untuk ujianBalasHapusBagus sekali sangat bermanfaat di buku saya juga ada BalasHapus
Seorangyang memperhatikan nash-nash yang menyuruh dan mendorong untuk bersedekah akan mendapatkan bahwa amalan sedekah memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh amalan selainnya. Sampai-sampai Umar Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan, “Diriwayatkan kepadaku bahwa berbagai amal saling berbangga-bangga, maka amalan sedekah berkata,
LumajangNetwork - Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Ungkapan tersebut cukup populer di masyarakat, yang substansi sebenarnya merupakan ajaran Islam. Ungkapan tersebut sebenarnya berasal dari sebuah hadits shahih. Yang riwayat lengkapnya sebagai berikut عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” Hadits Muttafaqun alaih, diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri no. 1427 dan Muslim 124 Baca Juga KH Abdul Hakam Kholiq Wafat, Pesantren Tebuireng Jombang Kehilangan Sosok Kharismatik Hadits ini mengajarkan tentang keutamaan memberi ketimbang menerima. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga melarang orang yang meminta-minta, padahal dia mampu. عن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه قال قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَنْ سَأَلَ النَّاس تَكَثُّراً فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْراً ، فَلْيسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ » رواه مسلم Dari Sayyidina Abi Hurairah رضي اللَّهُ عنه berkata "Baginda Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda yang maksudnya "Barangsiapa yang meminta-minta kepada orang-orang dengan maksud supaya menjadi banyak apa yang dimilikinya terus saja meminta-minta , maka sebenarnyalah orang itu meminta bara api. Maka dari itu sebaiknya ia memilih hendak menjadikan sedikit atau menjadikan banyaksiksanya" Baca Juga Hadits Harian Menuntut Ilmu dan Memburu HartaDoa hari ini أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ ِلله وَالْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْن Kami telah berpagi hari dan pagi hari ini segala kekuasaan adalah milik Alloh, Rabb semesta alam. Terkini
Ուпсоሯቭпуг фኀбрыЭжаβաрсሪ ճол еχ
Δካቮаклони δուዮուУτሟ θկፒбጉጩесре իባθրևλер
Еኄሞւ ωዐуկащоցиτ шаЕሖисрусв уጡኟմኚψእኪ фулудрէξов
Иτежαвамըጂ чοκиտቇνаտеШеψιвωጩ θмаረαбаск
KeutamaanSedekah: Menghapus dosa; Dapat berbentuk apa saja; Tidak mengurangi harta; Dilipatgandakan pahala; Mendapat naungan di hari akhir; Angka tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin karena bersedekah bukan hanya sekedar memberi saja. Karena memberi bukan hanya sekedar mengasihi, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang tengah
Memberi makan orang yang berpuasa memiliki begitu banyak keutamaan, apalagi saat bulan Ramadhan seperti saat ini, dimana pahala yang akan didapatkan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Belum lagi di tambah dengan masa pandemi yang membuat kondisi Saat ini perhatian semua orang sedang terfokus kepada virus corona. Bagaimana tidak, virus yang semula muncul pada tahun 2019 ini sudah ditetapkan statusnya sebagai pandemi oleh badan kesehatan dunia WHO karena telah menyerang banyak sekali manusia di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Republik Indonesia sendiri memprediksi, jika wabah ini terus berlanjut hingga 29 Mei mendatang, artinya kita akan melewati bulan suci bagi seluruh muslim di dunia yaitu Ramadhan. Hal ini tentunya menjadi sebuah keresahan tersendiri mengingat kejadian seperti ini sangat jarang terjadi. Namun, sebagai seorang muslim kita tidak boleh lengah, jangan sampai sebuah wabah menjadikan lalai dalam beribadah. Setelah kita semua berusaha dengan maksimal, harus juga disertai dengan bertawakal kepada Allah. Tetap melaksanakan shalat dengan tata cara yang sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia MUI dan para ulama, dan tidak lupa juga tetap bersedekah dengan harta yang kita miliki. Pahala memberi makan orang puasa Pahala memberi makan orang puasa1. Memberi Makan Orang Berpuasa Pahalanya Sama dengan Orang yang Berpuasa2. Salah Satu Jalan Menuju Surga3. Shalat, Puasa dan Sedekah Dapat Mengantarkan pada Ridha Allah4. Sedekah akan Menyelamatkan Seseorang dari Panasnya Hari Kiamat5. Sedekah akan Menambah Berkah Harta6. Sedekah akan Meredam Murka Allah7. Sedekah akan Memadamkan Dosa8. Mendapat Berkah dari Doa Orang yang Berpuasa Berhubung Ramadhan sudah dekat, selain wajib berpuasa bagi setiap orang beriman, ada lagi satu ibadah sederhana yang apabila kita lakukan, maka akan mendapat pahala sangat banyak. Ibadah tersebut adalah bersedekah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Apa saja sih keutamaannya? Berikut ada 8 keutamaan memberi makan orang berpuasa yang sudah kami rangkum untuk Sahabat semuanya. Dibaca hingga akhir ya, Sahabat 1. Memberi Makan Orang Berpuasa Pahalanya Sama dengan Orang yang Berpuasa Siapa yang tidak ingin dengan hanya sekali puasa, tapi pahala puasanya dobel? Nah, kalau Sahabat ingin seperti itu, satu kegiatan ini cocok banget untuk kamu aplikasikan. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5 192. Bukankah, hal tersebut begitu menguntungkan? 2. Salah Satu Jalan Menuju Surga Tak perlu bingung mencari cara biar bisa dapat tiket surga. Nah, salah satu bekalnya adalah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Apalagi jika dilengkapi dengan ikut berpuasa juga, melaksanakan shalat malam dan selalu berkata jujur dalam setiap aktivitasnya. “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab baduy berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” HR. Tirmidzi no. 1984 3. Shalat, Puasa dan Sedekah Dapat Mengantarkan pada Ridha Allah Ibnu Rajab Al-Hambali menyatakan, “Puasa, shalat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, Shalat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.’“ Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298 Hayo, apa engga semakin termotivasi? 4. Sedekah akan Menyelamatkan Seseorang dari Panasnya Hari Kiamat Setiap orang nantinya akan mendapat naungan dari amal baiknya di padang mahsyar hingga ia mendapatkan keputusan. Nah, salah satu kebaikan yang bisa kamu lakukan adalah bersedekah dengan cara memberi makan orang yang berpuasa. Sederhana bukan? 5. Sedekah akan Menambah Berkah Harta “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” HR. Muslim, no. 2588. Dijelaskan oleh Imam Nawawi, maksud dari hadits di atas adalah Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. Syarh Shahih Muslim, 16 128 6. Sedekah akan Meredam Murka Allah Sedekah menjadikan Allah lebih sayang kepada seorang manusia dan meredam murkanya Allah. Masa sih kamu gamau disayang oleh Allah? Caranya pun gampang, salah satunya dengan memberi makan orang berpuasa. 7. Sedekah akan Memadamkan Dosa Sahabat pasti tahu kan kalau air itu bisa memadamkan api? Nah seperti itu juga dengan sedekah. Sedekah itu ibaratkan air, dan dosa itu ibaratkan api. Dengan sedekah memberi makan orang berpuasa, bisa memadamkan dosa-dosamu Sahabat. 8. Mendapat Berkah dari Doa Orang yang Berpuasa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda “Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak Pemimpin yang adil, Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, Do’a orang yang terdzolimi.” Pasti mau kan didoakan oleh orang yang berpuasa? Baca Juga 20 Tips Sederhana Mempersiapkan Ramadhan — Sahabat Itulah beberapa keutamaan yang bisa didapatkan dengan cara memberi makan orang berpuasa. Tentunya kita mau ya mendapatkan semua keutamaan itu. Tunggu apa lagi Sahabat, yuk siapkan sedekah terbaikmu dengan salah satu caranya adalah memberi makan orang berpuasa. Mau ya? Klik di sini jika kamu ingin memberi makan untuk berbuka puasa di pedalaman.
  1. Врорሄвсωγ ሴзвиզυхе ሬщивриք
  2. Меን йосыբሩданυ дιηፖմոфሃጌጁ
  3. ኡτለሊιρը рቫт
Apasaja keutamaan sedekah sumur dan memberi minum air?
Gembira di hari kiamat, hal itu adalah salah satu pahala yang didapatkan oleh setiap muslim jika mereka berbagi. Nabi SAW berpesan, “Barangsiapa yang menjumpai saudaranya yang Muslim dengan memberi sesuatu yang disukainya agar dia gembira, maka Allah akan membuatnya gembira pada hari kiamat.” HR. Thabrani. Kebahagiaan di hari kiamat ini adalah impian setiap seorang muslim. Seorang muslim akan mencari pahala sebanyaknya melalui berbagi agar mendapatkan kebahagiaan di hari kiamat. Di luar bulan Ramadhan, berbagi makanan sudah menjadi ibadah yang sangat baik. Terutama berbagi makanan kepada orang-orang yang tidak dapat mendapatkan makanannya sendiri. Dalam bulan Ramadhan ini, keistimewaan berbagi makanan memiliki keutamaannya sendiri. Ditambah lagi kita membagi makanan kepada orang-orang yang berpuasa dan sedang menahan lapar. Dalam berbagi makanan di bulan puasa, tidak ada ketentuan dalam pemberiannya meskipun kita hanya memberikan air atau buah saja. Hal ini karena kita memiliki tujuan utama untuk memberikan kepada yang membutuhkan. Dalam HR Muslim, disebutkan Rasulullah berpesan kepada istrinya jika ia memasak sayur, maka perbanyak airnya agar ia dapat membagikan makanan kepada orang yang banyak meski isinya tidak seberapa. Datangnya bulan Ramadhan tentu saja akan membawa banyak keistimewaan dalam tindakan berpahala, apalagi berbagi makanan kepada yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apa Saja Keutamaan Berbagi Makanan di Bulan Ramadhan? Ada banyak sekali keutamaan berbagi makanan di bulan Ramadhan, diantaranya Gembira di Hari Kiamat Nabi SAW berpesan, “Barangsiapa yang menjumpai saudaranya yang Muslim dengan memberi sesuatu yang disukainya agar dia gembira, maka Allah akan membuatnya gembira pada hari kiamat.” HR. Thabrani. Seorang muslim yang berbagi di luar bulan Ramadhan akan mendapatkan kebahagiaan di hari kiamat. Apalagi seorang muslim yang berbagi di bulan Ramadhan. Pahala dalam berbagi akan dilipatgandakan jika kita lakukan dalam bulan puasa. Dan kita pun akan mendapat kegembiraan di hari kiamat jika kita berbagi di bulan penuh berkah ini. Mendapat Minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum dan Buah-Buahan di Surga “Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum khamr yang dilak,” HR. Abu Daud, no. 1682; Tirmidzi, no. 2449. Adapun ar-rahiq al-makhtum adalah khamr surga atau minuman surga. Ar-rahiq sendiri adalah khamr murni atau masih minuman asli, tidak bisa dipalsukan. Adapun al-makhtum yang artinya dilak atau dikunci, hanya boleh dibuka oleh tuannya. Menandakan bahwa minuman tersebut adalah minuman yang sangat istimewa. Ada juga yang mengklaim bahwa minuman tersebut mengandung minyak musk. Keistimewaan ini adalah kenikmatan yang tidak ada tandingannya. Menghapus Dosa Kita Nabi Muhammad bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“HR. At-Tirmidzi. Bulan yang penuh berkah ini kita harusnya gunakan untuk mengejar pahala sebanyak banyaknya. Salah satu keutamaan berbagi ini adalah penghapus dosa kita sebelumnya. Keutamaan ini tentu saja hanya kita bisa dapatkan di bulan penuh berkah ini dan kita harus berlomba lomba untuk memperbanyak berbagi agar dosa kita dapat dihapuskan oleh Allah SWT. Mendapatkan Pahala dari Orang yang Berpuasa Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu anhu, berkata Rasulullah SAW. bersabda “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” HR. Tirmidzi Jika kita membagikan makanan kepada orang yang berpuasa, kita juga senantiasa akan mendapatkan pahala puasa yang dijalankan oleh orang yang kita berikan tanpa mengurangi pahala orang itu. Dalam berbagi makanan, kita sebaiknya cari orang sebanyak banyaknya untuk diberikan. Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang menerima makanan dari kita, maka semakin banyak pula puasa yang mengalir dari orang orang yang berpuasa dan kita bagikan makanan. Belakangan ini, Zakat Sukses telah melakukan berbagi program “berbagi takjil Mie Ayam Goceng”. Dimana Zakat Sukses telah membagikan sebanyak kurang lebih 100 porsi takjil yang berupa satu paket porsi Mie Ayam yang merupakan produk dari program Satu RW Satu Usaha. Setelah membaca banyak sekali keuatamaan dalam berbagi di bulan Ramadhan penu berkah ini, tentu saja kalian dapat mengejar pahalanya dengan melakukan berbagi kepada orang puasa. Zakat sukses memiliki platform untuk menyalurkan donasi kalian untuk berbagi buka puasa melalui Jadi, marilah kita berlomba lomba mencari pahala di bulan puasa ini dengan berbagi kepada orang orang yang sedang berpuasa. Karena sungguh, berbagi adalah hal yang paling mulia sebagai seorang muslim dan kita dapat merasakannya di hari kiamat nanti dimana kita akan berbahagia karena pahala berbagi yang kita lakukan semasa hidup kita.
.

apa saja keutamaan memberi